In cuteness I trust..
•September 6, 2011 • Leave a Commentshattered..
•June 26, 2011 • Leave a CommentMy Beloved “Lenovo G460″
•May 29, 2011 • Leave a CommentHari Jum’at itu, 1 April 2011. Di dalam taksi saat perjalanan pulang kantor menuju kos. Pikiranku dipenuhi dengan pembicaraan dengan Ibuku tadi malam. Aku mengutarakan niatku untuk membeli laptop(sesuatu yang sudah lama aku impikan ^^). Sebelum tadi malam, Ibuku belum merestui niatku itu karena beberapa hal. Tapi tadi malam akhirnya restu itu turun. Akupun senang sekali dan tidak sabar untuk segera beli. Hari ini di kantor pun aku sudah cek spek-harga di Internet dan menentukan beberapa alternatif yang akan aku beli. Akhirnya, ditengah perjalanan menuju kos itu, aku membuat keputusan bahwa sebelum ke kos, aku mau mampir dulu ke Bhineka di Mall Ambassador untuk segera membeli impianku itu.
Singkat cerita, sore itu aku pun berhasil membeli dengan lancar. Malam itu mungkin adalah salah satu malam terindah. Akhirnya salah satu cita-citaku tercapai. Membeli laptop impianku dengan hasil jerih payahku sendiri selama ini. Rasa senang, bangga dan tidak sabar untuk segera mencoba campur aduk jadi satu di kepalaku. Tapi harus sabar dulu karena batereinya harus di-charge dulu sampai penuh sebelum di-install. Tetapi tak perlu kuatir malam itu ada Asus eeePC-ku yang setia menemani.
Keesokan harinya, sabtu 2 April 2011, merupakan salah satu weekend terindah dalam hidupku. Ritual install OS dan program-program lancar. Juga install beberapa game yang sudah tidak sabar untuk kucoba. Laptop ini memang aku tujukan sebagai laptop multi fungsi yaitu programming, game, dan one-stop entertainment. Tetapi karena budget terbatas maka aku mengincar spek setinggi mungkin dengan harga seminimalis munkin. Dan pilihaku jatuh pada Lenovo G460. Dengan harga 4,4 juta rupiah aku mendapatkan P6200 2,1 Ghz, 2GB DDR3 RAM, VGA NVIDIA GeForce G310M, HDD 500 GB. Ku korbankan processor dengan hanya dual-core untuk mendapatkan VGA low-end yang terbaik di kelasnya. Dan pilihanku ternyata tidak salah. Sampai saat ini, ketahanan dan performa laptop kesayanganku itu sangat memuaskanku
Berikut ini screenshot dan benchmarking laptop kesayangan dan kebanggaanku.. ^^
Design Lenovo G460 memang agak kaku dan terkesan jadul tetapi itu semua tidak masalah bagiku karena aku lebih mengutamakan spek. Tetapi jangan salah ,dengan design yang seperti terlihat pada gambar di bawah, laptop jadi terkesah kokoh dan bagus ketahanannya. Panas juga tidak, mungkin hanya hangat saat full load. Dan selama ini penggunaan yang lumayan ekstrim apalagi saat weekend yang bisa nyala dari jam 8 pagi sampai 12 malam, bisa ditahan dengan baik. Berikut ini penampakannya
Untuk spek, seperti yang telah disebutkan di atas, berikut ini screenshot hasil dxdiag .
Dan berikut ini adalah salah satu alasan aku memilih laptop ini. Dengan harga 4,4 juta rupiah aku sudah bisa mendapatkan NVIDIA GeForce 310M 512 MB DDR3. Karena salah satu tujuan membeli laptop adalah gaming, maka VGA Card seperti ini adalah minimal. Jadi harus dapat. Hehehe.
Rupanya pilihanku tidak salah, hasil Windows Experience Index (WEI) menunjukkan, skor yang paling bagus adalah gaming graphics seperti pada gambar di bawah.
Sekarang saatnya melihat desktopnya dengan OS Windows 7 Ultimate.
Salah satu alasanku ingin mempunyai laptop adalah bisa memainkan DOTA dengan lancar. PC dan eeePC yang aku punya sebelumnya tidak mampu memenuhi kebutuhan ini. Harus bermain dengan resolusi rendah dengan graphic low dan rata-rata lag saat bermain dengan AI. Dengan laptop ini DOTA dapat berjalan sangat lancar dengan resolusi penuh dan graphic all high.
Dengan VGA yang mumpuni sayang jika hanya maen game jadul macam DOTA (walau jadul DOTA tetap game paling favorit dengan jam maen minimal 2 jam per hari). Maka aku pun mencoba Dragon Age Origin. Lancar dengan resolusi penuh tetapi graphic medium tanpa anti-aliasing.
Game lumayan baru dan butuh spek tinggi lain yang sudah aku coba adalah PES 2010. Lancar dengan resolusi penuh tetapi dengan medium graphic.
Game tanpa racing terasa kurang lengkap. Maka aku lengkapi laptopku dengan Need For Speed Most Wanted. Lancar di resolusi 800×600 dengan medium graphic.
Dan yang terakhir, game FPS sepanjang masa, Counter Strike. Enak banget dimaenkan kalau lagi kesel dan pengen nembakin orang. Lancar di resolusi 1024×768 all high.
Sayangnya, mungkin kebersamanku dengan laptop ini tidak bakalan lama karena adekku minta agar laptop ini buat dia. Jadi mungkin cukup hanya sekitar 2 bulan saja kita bersama. Aku memang harus segera mencari pengganti laptop untukku. Tetapi, my beloved “Lenovo G460″, you’ll always be in my heart. ^^
Saturday Morning Story
•February 26, 2011 • 4 CommentsJumat malam dan Sabtu pagi adalah salah satu waktu yang paling sering aku tunggu kedatangannya. Itulah awal weekend, waktu di mana aku beristirahat dari aktivitas pekerjaan dan waktu untuk memanjakan diri. ^^
Salah satu kegiatan yang mulai rutin aku lakukan di Sabtu pagi adalah jogging di Gelora Bung Karno Senayan. Semakin lama aku semakin suka jogging di sana setiap Sabtu pagi. Selain karena tempatnya memang nyaman dan suasananya sangat mendukung, akses ke sana juga sangat mudah, dekat dan murah.
Oke, hari ini aku berangkat ke Senayan kira-kira pukul 06.30. Perjalanan diawali dengan menuju halte busway Gor Sumantri. Karena masih belum jam 7, tiketnya cuma 2000 rupiah. Sangat amat murah
Untuk sampai ke Gelora Bung Karno, harus transit dulu di halte Dukuh Atas 2 untuk pindah busway jurusan Senayan. Halte Dukuh Atas 2 adalah halte yang selalu aku lewati setiap pulang kerja yaitu naik busway jurusan Ragunan untuk sampai di Kuningan. Pada saat jam-jam pulang kerja tersebut sangat disarankan untuk tidak ke halte ini untuk naik busway jurusan Ragunan jika tidak sangat terpaksa. Sering terjadi anteran yang sangat panjang bahkan saking panjangnya bisa sampai di tangga atas. Busway-nya pun selalu penuh sehingga sangat tidak nyaman dan susah ketika akan turun.
Setelah sampai di halte Dukuh Atas 2, aku naik ke jembatan untuk pindah ke halte Dukuh Atas. Di sana aku naik busway jurusan Senayan dan turun di halte Gelora Bung Karno. Biasanya turun dari jembatan halte ini bisa langsung masuk pintu ke Gelora Bung Karno, tetapi hari ini dikunci karena ada panggung acara TVOne, jadi harus sedikit memutar lewat pintu masuk di depan Hotel Atlet Century.
Setelah sedikit berjalan, akhirnya sampai juga di pintu masuk Gelora Bung Karno.
Sambutan pemandangan yang asri, hijau dan sejuk serta suasana yang nyaman menambah semangat dan memberi ketenangan hati.
Setelah melakukan sedikit pemanasan, segera saja aku jogging mengitari Stadion Utama Gelora Bung Karno. Dasar aku tidak pernah berolahraga, baru 3 putaran saja sudah kehabisan nafas dan stamina, padahal itupun sudah tidak selalu lari :p Tidak apa-apa, namanya juga baru mulai. Semoga dengan rutin jogging ini nantinya aku bisa memutari Stadion ini 10 kali lari penuh
Setelah merasa cukup, aku pun beristirahat sambil minum dan mengamati suasana. Di sini sering ada yang melakukan senam bersama. Tapi aku sih tidak pernah ikut. Setelah merasa stamina sudah pulih, aku pun segera kembali berjalan menuju halte busway Gelora Bung Karno untuk kembali ke kos. Perut sudah lapar dan sarapan sudah menunggu di warung dekat kos :p
Hari Kedua, Ambarawa dan Sekitarnya #Liburan Akhir Tahun 2010 Part 5
•February 15, 2011 • Leave a CommentLiburan telah masuk pada hari kedua sabtu, 25 Desember 2010. Pagi hari dimulai dengan sarapan dan check out dari hotel. Rombongan segera berangkat menuju ke Semarang tepatnya di daerah Ambarawa. Di tengah perjalanan sempat terjadi masalah yang menyebabkan sampai harus ganti bus. Karena markas bus-nya ada di Rembang, terpaksa kita harus menunggu bus baru datang, kira-kira sampai jam 11 siang. Yah, ini berarti wisata hari ini cuma setengah hari.
Lokasi wisata yang dituju pertama kali adalah Museum Kereta Api Ambarawa. Disana rencananya rombongan akan naik kereta wisata yang rutenya adalah daerah sekitar Ambarawa sampai Rawa Pening. Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jaraknya, akhirnya sampailah rombongan di lokasi yang dituju.
Suasana di museum sudah sangat ramai. Tempat parkir penuh dengan motor dan mobil. Dan saat akan membeli tiket kereta wisatanya ternyata sudah habis. Sayang sekali. Ternyata rombongan kesiangan datangnya.
Walau gagal naik kereta wisata, tetapi masih banyak yang bisa dilakukan di museum. Selain melihat koleksi benda-benda perkereta-apian, anak-anak kecil semangat sekali bermain-main naik ke koleksi lokomotif yang ada di sana. Selain itu banyak juga yang berfoto di dengan latar belakang lokomotif yang bermacam-macam jenisnya.
Hmm.. aku tidak tahu apakah memang museum ini bekas stasiun di masa lampau. Yang jelas, tempat dan suasanya mengingatkanku pada peron yang biasa digunakan oleh Hogwarts Expres
Karena gagal naik kereta wisata ke Rawa Pening, akhirnya rombongan menuju ke sana dengan naik bus. Perjalanannya cukup menyenangkan pemandangannya cukup indah dan stok konsumsi terus ada :p
Hari sudah memasuki waktu sore ketika rombongan sampai di Rawa Pening. Lokasi obyek wisatanya adalah Bukit Cinta dan acara pertamanya adalah makan lesehan
Menunya ikan bakar segar yang ikannya baru saja diambil di kolam ikan di bawah warungnya. Harus aku akui bahwa ikan bakar di situ enak sekali. Walau sudah memesan dengan jumlah yang lumayan banyak semuanya ludes sampai bersih
Setalah makan, rombongan pun bersantai menikmati suasana di Bukit Cinta.
Suasana yang sejuk, nyaman dan hijau membuat Bukit Cinta tempat yang sangat cocok untuk bersantai dan bermalas-malasan sambil menikmati pemandangan Rawa Pening.
*2 foto bukit cinta di atas diambil dari http://aci.detik.com/read/2010/10/19/121926/1468692/1001/bukit-cinta-dan-rawa-pening/
Welcome to my life..
•February 11, 2011 • Leave a Comment
Do you ever feel like breaking down?
Do you ever feel out of place?
Like somehow you just don’t belong
And no one understands you
Do you ever wanna runaway?
Do you lock yourself in your room?
With the radio on turned up so loud
That no one hears you screaming
No you don’t know what it’s like
When nothing feels all right
You don’t know what it’s like
To be like me
To be hurt
To feel lost
To be left out in the dark
To be kicked when you’re down
To feel like you’ve been pushed around
To be on the edge of breaking down
And no one’s there to save you
No you don’t know what it’s like
Welcome to my life
Do you wanna be somebody else?
Are you sick of feeling so left out?
Are you desperate to find something more?
Before your life is over
Are you stuck inside a world you hate?
Are you sick of everyone around?
With their big fake smiles and stupid lies
While deep inside you’re bleeding
No you don’t know what it’s like
When nothing feels all right
You don’t know what it’s like
To be like me
To be hurt
To feel lost
To be left out in the dark
To be kicked when you’re down
To feel like you’ve been pushed around
To be on the edge of breaking down
And no one’s there to save you
No you don’t know what it’s like
Welcome to my life
No one ever lied straight to your face
No one ever stabbed you in the back
You might think I’m happy but I’m not gonna be okay
Everybody always gave you what you wanted
Never had to work it was always there
You don’t know what it’s like, what it’s like
To be hurt
To feel lost
To be left out in the dark
To be kicked when you’re down
To feel like you’ve been pushed around
To be on the edge of breaking down
And no one’s there to save you
No you don’t know what it’s like (what it’s like)
To be hurt
To feel lost
To be left out in the dark
To be kicked when you’re down
To feel like you’ve been pushed around
To be on the edge of breaking down
And no one’s there to save you
No you don’t know what it’s like
Welcome to my life
Welcome to my life
Welcome to my life
*by SimplePlan
- I’m always amazed at how the lyrics of this song is really illustrate my life.. -
Hari Pertama, Jogja dan Sekitarnya #Liburan Akhir Tahun 2010 Part 4
•January 30, 2011 • 4 CommentsSetelah puas berkeliling di sekitar Candi Borobudur, perjalanan kembali dilanjutkan. Karena sudah mendekati waktu sholat Jumat, maka rombongan segera menuju Masjid Besar Yogyakarta untuk menunaikan ibadah sholat Jumat.
Acara selanjutnya adalah wisata belanja di sekitar Jogja. Ada banyak lokasi yang harus dikunjungi, maka kondisi harus prima. Oleh karena itu, saatnya mengisi tenaga dengan makan siang dulu di Rumah Makan Ayam Goreng Suharti. Karena sudah pernah ke sini sebelumnya, maka aku tahu bahwa ayam goreng di sini memang enak banget
Setelah makan siang, rombongan segera menuju target lokasi belanja oleh-oleh pertama yaitu toko yang menjual Bakpia Pathok 75. Karena aku tidak begitu suka belanja, aku hanya ikutan saja. Biarlah ibu dan adekku yang berbelanja
Puas memborong Bakpia, acara dilanjutkan dengan berbelanja kerajinan perak di Kotagede. Wah, bagus-bagus ternyata. Ada beberapa yang aku suka, cuma ya itu, harganya agak kurang bersahabat :p
Masih ada satu lagi tujuan belanja sebelum check-in di hotel. Saatnya berbelanja coklat khas Yogjakarta. Namanya Coklat Monggo.
Setelah puas berbelanja, rombongan menuju hotel untuk check-in dan beristirahat sejenak. Nah ketika itu datang saudara sepupu perempuanku yang tinggal di Jogja dan baru saja lahiran. Dia datang bersama suami dan adek kecilnya yang masih imut banget. Suka deh ^_^
Setelah istirahat, mandi, dan sholat, acara dilanjutkan kembali seusai waktu sholat maghrib. Tujuan utamanya sih jalan-jalan di Malioboro. Tetapi sebelum ke sana, mampir dulu belanja baju di Unit Gawat Dagadu
Setelah selesai, rombongan segera menuju Malioboro. Walaupun sudah beberapa kali ke Jogja, aku belum pernah sekalipun mampir ke Malioboro. Wah bener-bener ramai ternyata. Trotoar, toko dan warung-warung penuh dengan orang yang menghabiskan malam. Rombongan pun menyebar berjalan-jalan dan belanja sendiri-sendiri dengan janji akan kembali berkumpul untuk makan malam. Lagi-lagi aku tidak tertarik dengan yang namanya belanja. Aku malah menghabiskan waktuku di Mall Malioboro untuk mencari yang seger-seger dan bening :p Lumayan juga ternyata, tidak kalah dengan yang di Jakarta lah
Puas menjelajahi Malioboro, rombongan kembali berkumpul untuk makan malam. Kali ini menu-nya khas Jogja banget. Gudeg Wijilan. Mantab dah
Iya, begitulah petualangan seharian di Kota Jogja. Rombongan kembali ke hotel untuk beristirahat dan menyiapkan stamina buat besok, sabtu, 25 Desember 2010. Acaranya sudah tidak di Jogja lagi tetapi di Semarang tepatnya di daerah Ambarawa. Akupun tertidur dengan pulas sekali di hotel. Selain karena capek seharian berkeliling-keliing terus, juga kerena perut kenyang, hati senang, serta tempat tidur dan ac di hotel yang nyaman banget























